Indonesia Masih Berkata Merdeka Meski Dalam Jajahan Moral




            Kekayaan yang Tuhan berikan kepada negeri ini memang tak ada yang bisa menandingi, hamparan demi hamparan ciptaanya  menjadi sebuah anugerah untuk bangsa ini, luas lautan, hamparan daratan hingga terjalnya gunung yang begitu menjulang  hebat. Suku bangsa yang beraneka ragam, dalam setiap bahasa ibu yang berbeda, yang ada dalam sebuah kebangsaan yang begitu besar, dari sabang sampai merauke itulah nama bangsa kami Indonesia.
            Karang pantai yang begitu keras tetap teguh oleh badai yang menerjang itulah bangsa ini dengan kakayaan prinsip yang kokoh, sekeras apapun batu jika terkena air lama lama akan berlubang itu pun Indonesia yang sekarang ini dengan maraknya produk hasil globalisasi yang semakin menjamur akhirnya produk asli Indonesia mulai terasingkan  seperti batu  tadi akan hilang dimakan air dan usia yang menggerogotinya sekian lama.
            Keindahan segala isi manusia hingga segala sesuatu yang mendasari tentang cinta terhadap bangsa tercinta, perjuangan yang dilewati bangsa ini  begitu hebat dari para pejuang bangsa yang rela di jajah hingga berabad-abad  lamanya,hingga akhirnya ada yang mau mengakhiri dan berjuang untuk bangsa ini, peluh dan darah diri yang adahanya untuk Indonesia,  dengan hasil perjuangan para pemikir bangsa ini yang  selalu diperuntukan setiap para pemuda bangsa, tetes peluh dan darah men jadi tonggak keadilan bangsa Merdeka, Seakan  masih tercium  hangat perjuangan bangsa ini  yang akan selalu menandakan  perjuangan kita baru akan di mulai untuk masa depan yang lebih baik.
            Pemuda dan pemudi bangsa ini harus bangkit akan jajahan globalisasi yang begitu mendarah daging diantara para kalangan yang ada, jemu akan keadaan yang ada bukan berarti harus membantai segala sesuatu hingga moral dan kebudayaan menjadi sebuah ancaman  kritis bagi bangsa ini. Amatir memang bangsa ini di mata dunia, Namun jangan  takut orang-orang jenius Indonesia pun banyak yang menjadi pemikir-pemikir di negara- negara beras dari Eropa maupun Aasia.
            Ironis memang bangsa ini sudah Merdeka 67 tahun namun para ilmuan kita masih berada didalam cengkraman bangsa lain yang bisa membayarnya lebih tinggi dari pada bangsa ini. Merdeka atau mundur itu pilihan namun untuk mencoba sesuatu yang baru agar menjadi sesuatu yang bernilai lebih dari semua bangsa ini bisa di mulai dari diri kita sendiri yang akan selalu menjadi abdi bangsa ini untuk menjadi yang lebih baik.
            Indonesia itulah nama bangsa besar ini, begiti simbolik dengan semua hasil alam dan karunia Tuhan yang maha dahsyat, semua  yang ada di dalamya akan menjadi ciri khas yang lengkap dengan bumbu khas yang ada di dalamnya akan politik yang begitu porak poranda, Korupsi yang sangat menjijikan menjadi icon terbesar bangsa ini, penegak pun sudah berusaha namun selepas itu semua kembali kepada moral disetiap Individu itu sendiri, menyengsarakan  rakyat miskin dan memperkaya yang semakain kaya itulah realita yang ada di bangsa besar ini Bangsa.
            Selembar lukisan akan bangsa ini menjadi tolak ukur bangsa ini di masa depan, akan dibawa kearah mana bangsa ini , bukan hanya sebuah teori yang tidak pernah berarti penting dalam sebuah bangsa. Pendidikan yang menjadi tonggak akan keberhasilan bangsa, karena pendidikan yang melopori akan semua bidang dalam sektor terkecil maupun dalam sektor yng besar,semua itu  tidak akan pernah luput dari sebuah pendidikan.
            Merdeka akan  mutu pendidikan  yang ada, meskipun kenyataan sebaliknya   dengan sebuah realita yang ada, tak dpungkiri semua harus dimulai untuk menjadi yang lebih dari sekedar merdeka semu. Tunjukan dengan yang sebuah prestasi yang ada untuk harumkan Indonesia. MERDEKA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPM Kesetaraan Paket B menurut Permendiknas Nomer Nomor 129a/U/2004

Contoh Abstrak Jurnal

Pengertian Sampah menurut Rajakaayu