Contoh Proposal Program HIbah Desa 2013
A.
JUDUL
“Pendampingan Desa Tani sebagai Produsen
Kerajinan Ramah Lingkungan di Kota Wisata Yogyakarta” di Desa Triwidadi, Pajangan, Bantul, Yogyakarta.
B.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Daerah
Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki
potensi dan daya tarik tersendiri. Provinsi ini memiliki banyak sebutan yaitu
kota pelajar, kota kebudayaan, kota perjuangan dan kota pariwisata. Sebutan
Yogyakarta sebagai kota pariwisata menggambarkan potensi kepariwisataan daerah
ini.Sebagai kota pariwisata terbesar kedua setelah Bali, Yogyakarta
mengembangkan berbagai jenis obyek wisata seperti wisata alam, wisata sejarah,
wisata budaya, wisata pendidikan, bahkan yang terbaru wisata malam.Penilaian
tersebut didasarkan pada beberapa faktor yang menjadi kekuatan pengembangan
wisata di DIY. Faktor tersebut berkenaan dengan keragaman obyek. Dengan
berbagai predikatnya, DIY memiliki keragaman obyek wisata yang relatif
menyeluruh baik dari segi fisik maupun non fisik, di samping kesiapan sarana
penunjang wisata.Pariwisata Yogyakarta memiliki beberapa kekuatan daya tarik,
seperti iklim yang baik, atraksi pemandangan yang beragam, budaya yang menarik
dan sejarah, masyarakat yang ramah dan bersahabat, akomodasi khas, gaya hidup,
harga yang pantas.
Daerah
Istimewa Yogyakarta ini terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten
Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul dan
Kota Yogyakarta sebagai ibukota provinsi. Daerah-daerah tersebut memiliki banyak
potensi dan daya tarik bagi wisatawan baik kebudayaan maupun pariwisatanya.
Salah satu kabupaten yang kaya akan potensi tersebut adalah Kabupaten Bantul.
Kabupaten Bantul terletak di bagian selatan DIY. Karena Kabupaten Bantul berada
di bagian selatan Yogyakarta, daerah ini berbatasan langsung dengan laut
selatan. Hal ini merupakan salah satu potensi alam yang yang dapat digunakan
untuk mengembangkan daerah wisata, seperti obyek wisata pantai.
Adapun potensi alam lainnya seperti goa, hutan, kebun buah atau agro wisata, dan obyek wisata buatan lainnya. Pesona alam ini dilengkapi dengan berbagai hasil kebudayaan masyarakat sekitar, salah satunya yaitu desa wisata. Desa wisata merupakan usaha pengembangan potensi pedesaan yang memiliki karakteristik khusus. Misalnya makanan khas, kerajinan tangan, fasilitas penginapan, maupun sistem pertanian dan sistem sosial lainnya.
Adapun potensi alam lainnya seperti goa, hutan, kebun buah atau agro wisata, dan obyek wisata buatan lainnya. Pesona alam ini dilengkapi dengan berbagai hasil kebudayaan masyarakat sekitar, salah satunya yaitu desa wisata. Desa wisata merupakan usaha pengembangan potensi pedesaan yang memiliki karakteristik khusus. Misalnya makanan khas, kerajinan tangan, fasilitas penginapan, maupun sistem pertanian dan sistem sosial lainnya.
Kekayaan
atau potensi alam di Bantul tidak semuanya dikelola dengan baik oleh masyarakat
dan pemerintah setempat. Beberapa daerah masih ada yang termarjinalkan atau
belum dapat memanfaatkan potensinya secara maksimal, salah satunya yaitu Desa
Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Bantul.Desa Triwidadi ini berada di kecamatan
yang berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo. Desa ini memiliki berbagai potensi
alam yang belum dikelola secara maksimal oleh masyarakat setempat. Potensi alam
tersebut seperti bambu, kayu jati, lahan kosong, dan pertanian. Untuk
mengembangkan potensi alam yang dimiliki membutuhkan faktor-faktor pendukung
dalam pelaksanaannya. Namun jika memasuki musim kemarau, Desa Triwidadi
mengalami kekeringan. Hal ini tentu menjadi salah satu faktor penghambat dalam
mengembangkan potensi alam yang dimiliki.
Desa
Triwidadi memiliki sebuah wadah bagi kelompok wanita, yaitu Kelompok Wanita
Tani (KWT) yang kegiatannya lebih
mengedepankan
pada
kegiatan
pertanian dengan mengolah potensi alam yang dimiliki. Kelompok Wanita Tani ini
diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dengan hasil
pertanian yang diperoleh. Namun dalam pelaksanaannya, KWT ini belum memiliki
program yang dapat berkelanjutan karena belum banyak potensi yang dikelola dan
rendahnya motivasi serta sarana prasarana yang ada. Sehingga kelompok ini belum
dapat berkembang secara maksimal
yang pada akhirnya kebanyakan petani
hanya menjual hasil pertaniannya dalam bentuk yang masih mentahdengan nilai jual yang rendah.
Menurut
Robert Lucas seorang pemenang Nobel dalam bidang ekonomi, mengatakan bahwa
kekuatan yang menggerakkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi kota atau daerah
dapat dilihat dari tingkat produktifitas klaster orang-orang bertalenta dan
orang-orang kreatif atau manusia-manusia yang mengandalkan kemampuan ilmu
pengetahuan yang ada pada dirinya ( Nenny, 2008: 21)
. Oleh karena itu, melihat berbagai keunikan dan kelebihan dari pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi dalam skala yang cukup besar untuk menggerakan perekonomian daerah, maka perlu dilakukan inovasi-inovasi agar nilai ekonomis dari hasil pertanian meningkat dan masyarakat menjadi lebih maju.
. Oleh karena itu, melihat berbagai keunikan dan kelebihan dari pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi dalam skala yang cukup besar untuk menggerakan perekonomian daerah, maka perlu dilakukan inovasi-inovasi agar nilai ekonomis dari hasil pertanian meningkat dan masyarakat menjadi lebih maju.
Inovasi-inovasi
dilakukan dengan mengolah potensi alam berupa hasil pertanian daerah setempat
menjadi produk khas dari masyarakat guna menunjang potensi kepariwisataan
Yogyakarta khususnya Kabupaten Bantul. Produk khas hasil inovasi ini diharapkan
mampu menjadi pelengkap paket wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke
objek-objek wisata yang berada di propinsi DIY.
C. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas,
maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah model pendampingan
desa tani sebagai prodiusen kerajinan ramah lingkungan di kota wisata
Yogyakarta?
2. Bagaimanakah
peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa tani dalam
memanfaatkan potensi lokal?
D.
TUJUAN
PROGRAM
Tujuan yang hendak dicapai dalam
program ini yaitu:
1.
Terwujudnya model pendampingan desa tani sebagai produsen
kerajinan ramah lingkungan di kota wisata Yogyakarta.
2.
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa
tani dalam memanfaatkan potensi lokal.
E.
INDIKATOR
KEBERHASILAN
1. Program
diikuti oleh Kelompok Wanita Tani dan pemuda masing-masing minimal 70% dari
seluruh anggota.
2. Tersusunnya
buku panduan model pendampingan desa tani.
3. Dimilikinya
pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang kerajinan ramah lingkungan.
F.
LUARAN
YANG DIHARAPKAN
1. Meningkatkan produktivitas Kelompok Wanita
Tani dengan Program Usaha Kecil dan Menengah yang efisien dan berkelanjutan.
2. Terciptanya kultur
positif dalam menanggapi potensi -
potensi yang ada di desa.
3. Panduan Model
Pendampingan Desa Tani.
4. Menghasilkan produk
kerajinan ramah lingkungan.
G.
KEGUNAAN
PROGRAM
1. Bagi
Masyarakat Sasaran
a. Dapat
mendorong masyarakat untuk berpikir kreatif dalam memanfaatkan potensi
lingkungan.
b. Dapat
meningkatkan produktivitas kelompok Wanita Tani (KWT) yang telah terbentuk.
c. Membantu
memperbaiki perekonomian warga melalui program Usaha Kecil dan Menengah.
2. Bagi
Mahasiswa
a. Sebagai
media pengabdian masyarakat sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi.
b. Sebagai
sarana pemberdayaan masyarakat Desa triwidadi di Kecamatan Pajangan Kaupaten
Bantul, Yogyakarta.
c. Mendapatkansumberbelajar yang baru
untuk
pendidikan
berbasis
masyarakat.
H.
GAMBARAN
UMUM
Desa
Triwidadi berada cukup jauh di sebelah barat daya dari kota Yogyakarta dengan
jarak sekitar 25 km dan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan dengan
menggunakan sepeda motor untuk mencapai desa tersebut, bahkan tidak terdapat
akses kendaraan umum ke desa tersebut. Desa Triwidadi ini berada di daerah paling
barat dari Kabupaten Bantul, berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon Progo
sehingga beberapa akses fasilitas sarana prasarana pengembang masyarakat kurang
diperhatikan. Desa Triwidadi mempunyai luas wilayah 1111,8475 Ha dengan jumlah
penduduk 11.338 jiwa yang tersebar di 22 pedukuhan.
Masyarakat
Desa Triwidadi merupakan masyarakat yang mayoritas pekerjaannya petani dan
buruh sehingga secara kondisi perekonomiannya mayoritas menengah ke bawah.
Latar belakang pendidikan masyarakat Desa Triwidadi kebanyakan lulusan
SD/sederajat, bahkan masih banyak yang belum tamat SD/sederajatnya. Namun ada
juga beberapa orang yang melanjutkan pendidikannya sampai ke pendidikan tinggi.
Desa
Triwidadi mempunyai potensi alam yang beragam seperti bambu, kayu, dan hasil
pertanian. Bahkan sebagian besar luas wilayahnya merupakan lahan perkebunan dan
hutan rakyat. Luas wilayah yang dimiliki oleh satu rumah rata-rata 5000m2.
Tetapi adanya potensi tersebut kurang disadari oleh masyarakat setempat. Desa
Triwidadi berada di ketinggian 163 dpl atau dapat dikatakan berada di daerah
pegunungan, sehingga pada saat musim kemarau desa ini mengalami kekeringan dan
kekurangan air bersih. Hal ini juga menjadi faktor penghambat untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki terutama pada bidang pertanian.
Desa
Triwidadi merupakan masyarakat yang cukup padat penduduk, khususnya anak-anak
dan ibu-ibu yang jumlahnya banyak. Sebagian besar ibu-ibu disana menjadi ibu
rumah tangga yang belum memiliki kegiatan selain seputar kegiatan rumah tangga.
Tetapi ada sebagian ibu-ibu yang mengikuti kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT)
untuk meningkatkan perekonomiannya. Kelompok Wanita Tani merupakan sebuah wadah
positif bagi ibu - ibu di desa Triwidadi untuk mengembangkan kegiatan di bidang
pertanian. Dalam perjalanannya, kegiatan Kelompok Wanita Tani mengalami
kemacetan karena kurangnya program yang akan dilaksanakan. Dengan demikian,
maka perlu sebuah kegiatan yang bermakna sehingga potensi dan wadah yang sudah
dimiliki dapat berkembang secara optimal. Dengan kegiatan yang bermakna
tersebut, diharapkan dapat mengembangkan potensi-potensi daerah yang dimiliki
oleh Desa Triwidadi.
Desa
Triwidadi memiliki seperangkat tokoh masyarakat atau pemangku kebijakan yang
sangat peduli terhadap kondisi di Desa Triwidadi.Mereka memiliki impian untuk
menciptakan masyarakat desa yang berdaya dan maju, sehingga aparat desa
Triwidadi sangat terbuka bagi semua pihak yang ingin membantu melakukan
pembinaan dan bimbingan terhadap seluruh aspek masyarakat desa karena hal itu
memang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan desa tersebut.
I.
METODE
PELAKSANAAN
1.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Model pendampingan desa tani dilakukan dengan menerapkan jenis
penelitian dan pengembangan atau Research
and Development (R&D), yaitu suatu proses atau langkah-langkah untuk
mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang
dapat dipertanggungjawabkan. Model penelitian dan pengembangan pada tahap
implementasi model pendampingan desa tani melalui pendidikan kecakapan hidup
berbasis potensi lokal.
Research and Development
Pendidikan Sadar Lingkungan
|
Pendamping
|
Masalah
|
Pemecahan
|
Masyarakat
Sadar Lingkungan
|
Kondisi dan Potensi
|
Pendamping
|
Pengembangan
|
Masyarakat
|
Partisipasi
Partisipasi
Gambar 1. Tahapan Penelitian
dan Pengembangan
Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa pengembangan pendampingan
desa tani pada masyarakat dilaksanakan untuk membantu mengatasi
permasalahan-permasalahan dalam mengembangkan kegiatan pengelolaan lingkungan.
Model pendampingan kelompok masyarakat pemanfaatan lingkungan ini melibatkan
tokoh masyarakat yang menjadi steakholder
atau tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh besar dalam masyarakat
termasuk di dalamnya warga masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi pada
lingkungan dan berada di daerah tersebut sebagai pendamping. Melalui pengembangan
model pendampingan desa tani dalam proses penelitian dan pengembangan ini
diharapkan dapat menghasilkan:
a.
Meningkatkan produktivitas
Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan Program Usaha Kecil dan Menengah yang efisien
dan berkelanjutan.
b.
Terciptanya kultur positif
dalam menanggapi potensi-potensi lingkungan yang ada di desa.
c.
Panduan Model Pendampingan
Desa Tani.
d.
Menghasilkan produk Kerajinan
Ramah Lingkungan sebagai bentuk pemanfaatan potensi lingkungan.
2.
Lokasi dan Subyek Penelitian
Program dilaksanakan di Desa Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Bantul,
Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan survey dan dokumentasi dan diperkuat
dengan informasi dari Kantor Kecamatan Pajangan, bahwa wilayah Desa Triwidadi
merupakan salah satu desa di Kecamatan Pajangan yang belum berdaya daripada
desa lainnya. Lokasinya yang berada di daerah dataran tinggi menyebabkan cukup
sulitnya akses sarana prasarana dan informasi.
Subjek dari program ini adalah ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani
(KWT) dan pemuda di Desa Triwidadi.
3.
Metode Pengumpulan Data
danPengembangan Model
Pola pengembangan model pendampingan desa tani melalui kecakapan
hidup berbasis potensi lokal sebagai upaya pemanfaatan potensi lingkungan
dilakukan dengan tahap penelitian dan tahap pengembangan.
Tahap pertama, penelitian pada tahap pertama dilakukan dengan
menggunakan pendekatan penelitian survey yang didukung dengan metode
pengumpulan data dokumentasi, observasi dan wawancara. Pada tahap awal ini
dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi dan potensi masyarakat
yang berkaitan dengan permasalahan pemanfaatan potensi lingkungan.
Dalam tahap ini dikumpulkan data dan informasi mengenai
permasalahan dan potensi masyarakat serta lingkungan yang dijadikan dasar
penyusunan program. Permasalahan yang dimaksud adalah pemanfaatan dan
pengelolaan potensi lingkungan yang belum optimal serta belum optimal Kelompok
Wanita Tani sebagai wadah pengembangan potensi lingkungan dalam bidang
pertanian. Potensi yang dimaksud adalah potensi alam dan lingkungan maupun
sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas
masyarakat dalam pemanfaatan potensi lingkungan. Untuk mencapai maksud
tersebut, tim melakukan diskusi dengan tokoh masyarakat dan pemangku kebijakan
setempat, seperti: Kades, Kadus, Ketua KWT, dan Ketua Karang Taruna. Setelah
semua data terkumpul dilanjutkan dengan penyusunan program pendampingan desa
tani.
Tahap kedua dilakukan pengembangan model pendampingan desa tani.
Dari informasi yang diperoleh pada tahap pengumpulan data, selanjutnya tim
mendesain produk berupa desain model pendampingan desa tani melalui kecakapan
hidup berbasis potensi lokal. Adapun desain dari model tersebut sebagai berikut
:
PEMUDA
|
KWT
|
Masyarakat
|
PENDIDIKAN KECAKAPAN
HIDUP
1. Tujuan
2. Materi
3. Strategi
4. Media
5. Bahan ajar
6.
Evaluasi
|
Program Pendampingan desa tani
|
BANTUAN Tenaga Ahli dan daya dukung biaya
|
PRAKTIK
|
Buku Panduan Pendampingan Desa Tani
|
PENDAMPINGAN
|
DESA
TANI
|
Gambar 2. Desain Model Pendampingan Desa Tani
melalui Kecakapan Hidup
4.
Langkah-langkah
Pendampingan desa tani melalui pendidikan kecakapan hidup berbasis
potensi lokal bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampailan
masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan, mengoptimalkan pemanfaatan potensi
lingkungan, dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan
lingkungan. Pendampingan desa tani dilakukan dengan memberikan pendidikan dan
pelatihan, serta pendampingan dalam bentuk; 1) pemberian pengetahuan dan ketrampilan
pengelolaan pelepah pisang dan pepaya, 2) penyadaran dan penumbuhan motivasi
masyarakat terhadap pengelolaan pelepah pisang dan pepaya, dan 3) pendampingan
pengelolaan pelepah pisang dan pepaya.
Media yang digunakan dalam pelaksanaan program ini meliputi;
laptop, LCD, kamera, bibit tanaman, dan
lahan. Materi praktik diarahkan pada pemanfaatan lingkungan meliputi;
pengelolaan pelepah pisang dan pepaya. Pengelolaan pelepah pisang meliputi;
penyiapan dari bahan baku, pendampingan pengolahan pelepah pisang, dan
pendampingan pemasaran. Pengelolaan pepaya meliputi pengelolaan lahan,
pemilihan bibit tanaman pepaya, pendampingan pengelolaan lahan dan tanaman
pepaya, pemeliharaan tanaman, pemanfaatan hasil tanaman, dan pendampingan
pemasaran pepaya.
Produksi yang dihasilkan dari program ini adalah kerajinan ramah
lingkungan yang berupa hasil pengolahan pelepah pisang dan pepaya. Kerajinan
ramah lingkungan yang dihasilkan melalui pendampingan desa tani merupakan
produk khas dari masyarakat yang dapat menunjang potensi kepariwisataan
setempat.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan saran dan partisipasinya...?
cendol cendol