Penelitian Kesehatan Lingkungn Mengenai Wabah Penyakit Demam Berdarah Di Kota Yogyakarta



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Indonesia yang letak geografisnya masuk dalam kategori beriklim tropis ini sehingga Indonesia memiliki dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau biasanya banyak daerah-daerah yang kekeringan contohnya saja di daerah Yogyakarta ini biasanya di daerah Panggang  Kabupaten Gunung Kidul.
Namun uniknya saat memasuiki musim hujan adalah ketika musim ini pastiakan diiriingi dengan musim –musim lainya, misalnya musim buah-buahan sebab akan ada banyak pohon yang berbuah ketika musim hujan. Dan biasanya di banyak tempat seperti Jakarta, Bandung, yang selalu menjadi langganan banjir setiap tahunya.
Tapi yang terpenting dari masalah itu semua yang pasti akan muncul adalah musim penyakit seperti Flu, malaria, demam dan yang lebih berbahaya dari semua adalah penyakit DBD (DemamBerdarah Dengue). Penyakit DBD ini pertama kali ditemukan di Surabaya pada Tahun 1968, akan tetapi konfirmasi Virologi baru didapat pada tahun 1972.
Sejak itu penyaki tersebut menyebar keberbagai daerah sehingga tahun 1980 seluruh profinsi di Indonesia telah terjangkit penyakit ini.
Sebuah penykit yang disebabkan oleh virus dengue yang di tularkan melalui gigitan nyamuk Aedesaegypti dan Aedesalbopictus. DBD ini banyak ditemukan di daerah tropis yang curah hujanya cukup tinggi. Sebab nyamuk akan mudah berkembangbiak di daerah yang tergenang air. Umumnya sering terjadi di daerah Asis Tenggara, khususya Indonesia.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa penyebab dari marakya kasus demam berdarah dengue di Kota yogyakarta maupun sekitarnya?
2.      Bagaimana peran pemerintah menaggapi wabah penyakit demam berdarah?
3.      Bagaimana masyarakat menanggapi dan menanggulangi akan wabah penyakit demam berdarah ini?
C.    Tujuan Penelitian
1.      Meneliti akan dampak dari wabah penyakit bagi pertumbuhan penduduk.
2.      Menangani masalah serius dengan tepat sasaran.
3.      Mengerti kondisi lapangan yang ada.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pertumbuhan dan Kesehatan
            Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentup ada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor non alami.
Dalam masalah ini maka penduduk tidak akan jauh dengan masalah kesehatan atau penyakit yang melanda penduduk tersebut, dikarenakan lingkungan yang kurang terawat ataupun pemukiman yang kumuh,seperti limbah pabrik, selokan yang tidak terawat yang menyebabkan segala penyakit akan melanda para penghuni wilayah tersebut yang mengakibatkan kematian dan terjadi pengurangan jumlah penduduk.
Untuk menjamin kesehatan bagi semua orang di lingkungan yang sehat, perlu jauh lebih banyak daripada hanya penggunaan teknologi medikal, atau usaha sendiri dalam semua sektor kesehatan. Usaha-usaha secara sadar dari semua sektor yang ada , dari individu, organisasi, masyarakat untuk mengembangkan pembangunan kesehatan yang menjamin lingkungan hidup dam menyelesaikan berbagai masalah penyakit yang ada. Seperti semua makhluk hidup, manusia juga bergantung pada lingkungannya untuk memenuhi keperluan-keperluan kesehatan dan kelangsungan hidup.
Kesehatan manusia adalah salah satu dasar untuk pembangunan pertumbuhan penduduk secara berkelanjutan. Tanpa kesehatan, manusia tidak dapat membangun apapun, tidak dapat menentang kemiskinan, atau melestarikan lingkungan hidupnya. Sebaliknya, pelestarian lingkungan hidup merupakan hal pokok untuk kesejahteraan manusia dan proses pembangunan. Lingkungan yang sehat menghasilkan masyarakat yang sehat, sebaliknya lingkungan yang tidak sehat menyebabkan banyak penyakit.

B.     Mengenai Demam Berdarah
            Di musim penghujan ini sangat rawan tingkat kekebalan manusia oleh karena itu kita harus jaga kondisi kesehatan kita agar tidak terserang penyakit. penyakit seperti batu, pilek, diare/disentri, muntaber bahkan demam berdarah (DBD) sering kita jumpai di saat musim penghujan ini. tercatat sekitar awal tahun 2008-2009 banyak warga Yogyakarta yang terserang demam berdarah (DBD) sekitar 11 orang tewas. Daerah daerah yang kurang bersih atau tidak sehat sangat berpotensi berkembangnya bibit penyakit, perlu kita perhatikan kesehatan dan kebersihan tempat tinggal kita agar tidak terserang penyakit tersebut apalagi di musim penghujan ini.
            Demam berdarah  (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk keperedaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedesaegypti atau Aedesalbopictus. Terdapat empat jenis virus dengue berbeda, namun berelasi dekat yang dapat menyebabkan demam berdarah. Virus dengue merupakan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di musim hujan yang lembap. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50 - 100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia. 

C.     Ciri-Ciri Nyamuk Demam Berdarah Dengue
                        Ciri-ciri jentik Aedesaegypti:
1.      Bentuk siphon besar dan pendek yang terdapat pada abdomen terakhir.
2.      Bentuk comb seperti sisi.
3.      Pada bagian thorakster dapat stroot spine.
            Ciri-ciri nyamuk Aedesaegypti:
1.      Bentuk tubuh kecil dan dibagian abdomen terdapat bintik-bintik serta berwarna hitam.
2.      Tidak membentuk sudut 90º.
3.      Penyebaran penyakit nyaya itu pagi atau sore.
4.      Hidup di air bersih serta di tempat-tempat lain yaitu kaleng-kaleng bekas yang bisa menampung air hujan.
5.      Penularan penyakit dengan cara membagi diri.
6.      Menyebabkan penyakit DBD.

            Penelitian mengenai penyakit demam berdarah di Indonesia bisa dilihat di dalam badan statistik daerah kota Yogyakarta masalah penyakit demam berdarah tahun 2011.


 
Tabel 1.Wabah penyakit demam berdarah di Kota Yogyakarta.

D.    Hasil Penelitian
Hasil penelitian Ponlawat & Harington (2005) yang dilakukan sekitar tahun 2003 dan 2004 di Thailand menunjukkan bahwa Ae. aegypti  hampir sepenuhnya (99%, 658/664) mengisap darah manusia.   Namun beberapa hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Tempelis et al (1970) di Hawaii  menunjukkan bahwa Ae. aegypti mempunyai inang selain manusia yaitu binatang peliharaan seperti anjing, kucing, sapid dan kuda.  Walaupun demikian ada juga fakta yang menunjukkan bahwa di daerah tertentu nyamuk Ae. albopictus hanya menjadikan mansuia sebagai inang tunggalnya seperti yang dilaporkan oleh Ponlawat & Harington (2005) dari hasil penelitiannya di Sebelah Selatan Thailand pada tahun 2003 dan 2004. Oleh karena itu, kisaran inang dan preferensi vector terhadap inang tersebut menetukan status spesies tersebut sebagai vector utama virus DBD.  
Jadi menurut saya hubungan antara pertumbuhan manusia itu sangat berhubungan erat dengan kesehatan, kesehatan adalah salah satu dari faktor adanya pertumbuhan secara mencolok. Karena dalam kesehatan itu juga membutuhkan banyak dari faktor lain seperti ekonomi, demografi hingga yang lain. Sudah jelas dikatakan bahwa demam berdarah ini juga memberikan dampak pertumbuhan dan kematian dalam kurun waktu yang relatif cepat karena masa dari inkubasi penyakit ini relatif cepat dan sukar untuk dideteksi oleh orang-orang yang awam akan kesehatan.
Penyakit demam berdarah ini harus ditanggapi secara serius agar tidak memakan korban yang cukup tingggi karena memang dari hasil penelitian yang ada menunjukan jumlah kasus meninggal karena kasus demam berdarah sanagt tinggi karena demam berdarah ini waktu ingkubasinya sanagt cepat dan seperti pelanakuda yang orang awan saja pasti banyak yang tidak tau akan hal ini. Untuk itu departemen kesehatan yogyakarta menghimbau untuk selalu waspada dengan berperilaku bersih dimana saja agar terhindar dari penyakit yang mematikan di dunia nomer 5 dari 10 penyakit terganas yang ada (Kaskus.co.id)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPM Kesetaraan Paket B menurut Permendiknas Nomer Nomor 129a/U/2004

Contoh Abstrak Jurnal

Pengertian Sampah menurut Rajakaayu