Curahan Hati Mahasiswa
Berawal dari Pelajar
Semua
pelajar di Indonesia belum tentu bisa menempuh pendidikan tinggi, mereka yang
mampu duduk di Perguruan tinggi bisa dikatakan kaum elit tertentu. Kaum-kaum
itu orang menyebutnya dengan sebutan Mahasiswa. Nama elit yang sangat
diagung-agungkan di berbagai lapisan masyarakat. Nama itu begitu identik dengan
hal-hal yang fenomenal di berbagai setiap kehidupan, di kaitkan dengan masa
depan sebuah bangsa. Tapi apa sebenarnya yang sejatinya dirasakan mahasiswa
dengan beban mental dan beban yang akan ditanggung di masa depan yang
menyandang baru sebagai sarjana. Sarjana pendidikan, Sarjana Ekonomi, Sarjana
Kedokteran dan yang lain yang selama sisa hidupnya akan menjadi nama lain dari
dirinya. Bagaimana para mahasiswa ini akan mempertanggung jawabkan dengan
namanya.
Nama
yang begitu singkat tapi akan menjadi berbeda dengan pembawaan yang akan
dilakukan bagi setiapa mahasiswa yang ada. Berada dilingkungan yang pembelajar
bukan menjadi alasan mereka untuk berbuat yang salah. Bahkan tak jarang kata
mahasiswa ini menghiasi berbagai laman koran dari hal yang baik hingga hal yang
terkadang tidak lazim dilakukan oleh seorang mahasiswa pada umumnya. Bagi
sebagian mahasiswa yang mempertegas dirinya dengan sebuah prestasi jelas
membuktikan bahwa dia akan merubah dunia dengan cara pandang yang dia bentuk
dan dia bawa namun dipertanggungjawabkan dengan adil.
Tak
jarang mahasiswa mencoreng arti namanya sendiri, berada dalam skandal yang
merugian dirinya sendiri hingga tak hayal instansi bahkan keluarga terkecilnya.
Sebenarnya ada apa dengan mahasiswa yang seperti ini? Apakah mereka terhasut
oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab ataukah mereka sadar dengan apa
yang mereka lakukan. Alih-alih mengekspresikan dirinya sendiri, tak jarang
banyak mahasiswa yang terjerumus dengan hal-hal yang negatif.
Awal
di kosan
Bagi
mahasiswa yang tinggal di luar koa maupun luar pulau pasti akan tinggal di Kos.
Tak jarang permasalahan di dalam kos ini sudah menjadikan orang individual.
Dalam Kos yang berasal dari berbagai latar belakang suku, daerah hingga
kebiasaaan terkadang menjadi sebuah masalah dalam interaksi satu sama lain. Tak
hanya berasal dari latar belakang tempat yang mendukung adanya masalah dalam
kos namun berbagai aspek seperti pola fikir dari setiap orang, sifat dan
perilaku seseorang menjadi hal yang sangat menentukan hal itu.
Teman
teman Kelas
Kenapa
sih kita berbicara teman kelas, terkadang ini adalah faktor kita yang akan
menjadikan kita agar termotivasi untuk berangkat kuliah ataupun hanya sekedar
bertemu tanpa belajar. Meskipun sebenarnya saya tidak terlalu percaya dengan
adanya teman. Mungkin karna sering terkucilan dari teman atau karna dihianati
oleh teman dekat. Perselisihan antar teman kampus terkadang tak bisa dielakna
dengan berbagai latar belakang permasalahan. Bahkan tak hayal mereka bisa
menjadi bermusuhan dalam waktu yang relatif lama. Teman sebaya bisa menjadi
motivasi dalam pembelaran kita, belajar dari pengalaman orang adalah salah satu
kunci kita memilih teman sebaya yang akan kita jadikan teman. Bersama dengan
teman kita bisa mencari tempat-tempat yang indah di berbagai sudut kota dan
hal-hal yang menarik dilakukan untuk mengusir kejenuhan dengan aktifitas
kampus. Itu termasuk dalam sisi negatif teman sebaya pada hal-hal yang positif.
Dalam kampus yang berisi mahasiswa terkadang
tak hayal disana adanya oarang-orang yang kritis dan pasif dalam sistim
pembelajaran maupun dalam sistim yang lainya. Bersama dengan masalah kita terus
berjuang dalam segala bentuk aktifitas, yang menyibukkan dirinya sendiri.
Terkadang saya sering berfikir kenapa orang yang memiliki waktu yang relatif
sedikit dalam Kos, akan bisa mengatur waktu hingga sedetail mungkin untuk
menjalankan setiap aktivitasnya. Debat demi depat sering mereka dengarkan
bahkan mereka lakukan untuk mempertahankan sebuah argumen dengan teman,tapi
apakah ada mahasiswa yang bisa menjadi dirinya sendiri ketika dia dalam masalah
yang dia hadapi. Pengalaman yang mengajarkan kita untuk terus menseleksi siapa
yang akan menjadi teman kita, bahkan yag akan menjadi mentor-mentor kita.



Komentar
Posting Komentar
Silahkan saran dan partisipasinya...?
cendol cendol