Malaysia tempat mencari Rizki, tapi Indonesia adalah Rumah kami



Belum lama ini Indonesia merayakan Dirgahayu yang Ke-69th, tapi apakah anak-anak Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Malaysia, Singapore, Arab dan negara lain merasakan merdeka tentang pendidikan? Belum, jelas tak terasa sudah lama Indonesia sudah merdeka, namun pendidikan Indonesia masih begitu terpuruk. Begitupun pendidikan anak-anak Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Malaysia.
Mereka anak-anak bangsa, mereka putra-putra bangsa yang Ir.Soekarno harapkan untuk mengubah dunia seperti pepatah beliau Beri Aku 10 Pemuda,
Akan aku Goncangkan Dunia. Mereka tidak salah tinggal di negeri Jiran, mereka hanya mencari rizki bersama dengan orang tua mereka. Tapi rasa nasionalisme mereka begitu menggebu, jauh dari negeri kita bahkan belum pernah merasakan tanah Indonesia.
Nasionalisme mereka apakah dipertanyakan? Sungguh ironi jiga mereka menanyakan nasionalisme. Meskipun tinggal jauh dari negeri tercinta Indonesia tapi mereka masih memegang nasionalisme untuk ibu pertiwi. Bukan karena mereka tak cinta dengan negerinya namun karena beban ekonomilah yang membuat mereka harus seperti ini, tinggal jauh dari Indonesia. Indonesia memang kaya dengan segala bentuk alam dan budayanya, namun apadaya banyak yang tak mampu hanya untuk mencari nafkah. Begitu sulit untuk terus bertaahan dinegeri sendiri sehingga mereka memilih untuk berjuang dinegeri yang lain.
Peringatan Upacara bendera di negaraku begitu meriah Indonesia Berulangtahun untuk Ke-69th, bendera bendera sudah terpasang dengan rapi dan Indah di setiap rumah, ditempat-tempat pemerintahan, hingga sekolah-sekolah. Tak ada kecuali, semua berkibar dengan gagah berani melambai dengan hembusan angin. Ornamen-ornamen penyambutan hari kemerdekaan begitu jelas disetiap sudut-sudut kota. Itu semua di Indonesia sebagai salah satu wujud penyambutan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Jelas terasa berbeda ketika kita akan menyambut hari Kemerdekaan di Tanah Malaysia, berbelit-belit kita lakukan sebagai saratnya. Harus terpanting-panting karena harus izin dengan perusahaan di sana, karena jumlah orang indonesia mencapai 98% dari semua pekerja yang ada di perusahaan itu, akhirnya perusahaan mengizinkan kami untuk mengibarkan bendera pusaka Indonesia Merah Putih. Tak ada penyambutan yang meriah, tak ada bendera yang berkibar di setiap rumah, tak ada lomba-lomba penyemarak hari Kemerdekaan. Yang kami yakini dan pastikan hati ini masih milik Indonesia.
Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan didalam sebuah kelas berukuran 5x10 meter yang biasanya digunakan anak-anak untuk mencari ilmu tentang Indonesia, tetang bahasa dan yang lainya. Peringatan berjalan dengan hikmat, penuh haru dan Air mata, pembina hingga semua peserta upacara menetehkan airmata keharuan. Meskipun hanya bisa dilaksankan didalam sebuah gedung yang tua dan sempit namun bendera pusaka Indonesia Merah Putih dapat berkibar dengan gagah. Tak perlu ada tali untuk mengibarkanya, tak perlu ada tiang tinggi untuk mengibarkanya, tak perlu ada bendera baru untuk berkibar, yang terpenting Jiwa baru untuk dukung Indonesia menjadi lebih baik.
Perwakilan perusahaan SOPB
Tinggal di sebuah perusahaan yang besar, ditengah-tengah rimbunan kelapa sawit yang gagah tinggi menjulang. Perusahaan Serawak Oil Palm Bldh adalah tumpuan nasib kami rakyat Indonesia, hampir 98 persen dari pekerja disini adalah anak-anak bangsa Indonesia. Mengadu nasib menjadi penombak kelapa sawit, pegawai ladang hingga sebagai pegawai serabutan yang tidak tentu gaji dan kerjanya. Dengan beralaskan Ikhlas untuk keluarga, jauh dari sanak saudara di Indonesia tapi mereka dengan penuh senyum harapan bekerja.
Perusahaan Serawak Oil Palm Bldh yang memberikan penghidupan bagi kami, perusahaan begitu mendukung acara demi acara yang akan dilaksanakan disana. Dari anak-anak bangsa ini Volunteer terus membuat berbgai acara untuk memberikan mtivasi dan berbagai program untuk memajukan Indonesia. Sambutan demi sambutan selalu diberikan dengan tangan terbuka oleh perusahaan dari berbagai fasilitas yang kami butuhkan selalu mendapat respon yang bagus. Tidak mengenal permusuhan antar bangsa. Tapi selalu mengajarkan kami atas rasa Nasionalisme yang kami berikan untuk anak negeri ini. Acapkali para voolunteer dipanggil di Office perusahaan untuk beberapa himbouan yang dilakukan agar kami tidak melanggar aturan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPM Kesetaraan Paket B menurut Permendiknas Nomer Nomor 129a/U/2004

Contoh Abstrak Jurnal

Pengertian Sampah menurut Rajakaayu